DESA TANGKIT BARU

Terima kasih anda telah berkunjung di forum " Desa Tangkit Baru " silahkan melakukan registrasi atau masuk menggunakan akun facebook.

Keuntungan registrasi :
~ Anda bisa berkomentar.
~ Membuat topik dan membalas topik.
~ Melihat video dan gambar.
~ Dan tanya jawab

Salam fada idi`
Cucu Fetta Fuang
DESA TANGKIT BARU

AMAN KOMPAK TERTIP INDAH PRODUKTIF

Photobucket Photobucket Photobucket

google+

TAITA WETTUWE

TANGGLA’ IYEWE ULENGNGE

Powered by Forum TangkitBaru

    Kreatif Dengan Dodol Nanas

    Share

    Cucu Fetta Fuang
    Admin

    Jumlah posting : 234
    Bergabung : 24.06.12
    Umur : 31
    Lokasi : Tangkit baru, jambi, indonesia

    Kreatif Dengan Dodol Nanas

    Post  Cucu Fetta Fuang on 30/07/12, 08:36 pm




    Awalnya H. Baso Intang, SE, berjualan buah nanas segar. Karena didesanya terdapat perkebunan nanas seluas 150 Ha. Dalam satu hari rata-rata panen sekitar 11.000 buah, yang dipasarkan ke Jakarta, Palembang, Padang, Pasar Angsa Dua Jambi. Pria kelahiaran 43 tahun lalu yang sering disapa Intang ini, melihat banyak buah nanas yang rusak. Akhirnya muncul ide untuk mengolahnya menjadi aneka makanan seperti dodol nanas, selai, dan minuman. Untuk mewujudkan idenya, Intang dibantu Dinas Indag setempat, Batang Hari belajar membuat dodol nanas ke Tarogong, Garut Jawa Barat pada 1993 selama hampir 1 bulan. Setelah merasa mampu membuat sendiri, dan bimbingan serta pembinaan dari Dinas Indag setempat, mulai membuat dodol nanas. Untuk produksinya masih menggunakan peralatan yang sederhana pakai wajan, dan diaduk dengan tangan.

    Pasar keluar daerah
    Usaha Intang mengalami kemajuan. Jika sebelumnya hanya dikerjakan sendiri bersama keluarga, kini telah mempekerjakan sekitar 12 orang. Dalam satu hari atau per sekali masak menghabiskan buah nanas sekitar 70 kg atau setara 200 buah nanas dengan harga Rp 1.000/buah. Kemudian bahan lainnya gula pasir sekitar 20 kg, tepung terigu 4 kg, ubi kayu 10 kg, dan mentega serta garam secukupnya. “Rata-rata dalam satu bulan hasil produksinya mencapai Rp 30 juta,” aku Intang.
    Selain dodol, Intang juga membuat nanas goreng, dan selai nanas. Untuk dodol dijual Rp 25.000/kg. Sedang nanas goreng Rp 35.000/kg, dan selai nanas Rp 15.000/kg. Harga-harga tersebut belum dalam kemasan /masih dalam bentuk curah. “Untuk pemasarannya sudah keluar daerah, ke Pekanbaru, Palembang, dan Jakarta,” ucap Intang.

    Proses produksi
    Proses produksinya pertama-pertama buah nanas dikupas dan dibuang matanya. Lalu dicuci sampai bersih, setelah itu diparut pakai mesin parut kelapa, lalu dimasukkan ke dalam kuali dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya dimasak kurang lebih 4-5 jam. Tandanya, dodol yang dimasak sudah matang, kalu dipegang tidak lengket.
    Kemudian diangkat dan ditempatkan pada loyang/plat/talam, dan didiamkan kurang lebih 3 jam. Selanjutnya dibuat 5 jalut panjang, dan dipotong kecil 2-3 cm, lalu dibungkus dengan pelatik kecildan dimasukkan dalam kemasan.
    Sedang untuk dodol nanas goreng, masaknya lebih lama 6-7 jam. Setelah dipotong-potong lalu dibungkus tepung terigu yang sudah diblander, lalu digoreng satu per satu karena bila di goreng sekaligus lengket/dempet. Setelah diangkat lalu dimasukkan ke dalam tong dan dikeringkan minyaknya melalui spener/seperti mesin cuci. Baru dibungkus sesuai ukuran. “Untuk bagian pembungkusan dilakukan oleh ibu-ibu PKK disekitar lokasi,” kata Intang. Keuntungannya sekitar 25 % dari penjualan, tambahnya.

    Dikutkan pameran
    Bantuan dari pemerintah selama ini dalam bentuk pelatihan seperti proses produksi, magang, AMT, CEFE, GKM, kemasan, dan pemasaran melalui pameran di Jakarta Fair. “Harapan saya, instansi terkait bisa membina lebih giat lagi khususnya dalam hal pemasaran, dan mohon bantuan alat tepat guna,” papar bapak empat anak ini.
    Selam ini kalau ikut pameran, kata Intang hanya produknya saja yang diambil oleh instansi terkait. “Sebetulnya saya ingin disertakan atau ikut dalam pamaeran tersebut,” harapan Intang. Dengan ikut langsung pameran diharapkan saya bisa mendapat mitra. Rencana kedepan, saya ingin membuat difersifikasi produk dari nanas yakni selai yang cukup bening untuk pasar Singapur dan Malaysia, tambahnya.

      Waktu sekarang 05/12/16, 07:30 pm