DESA TANGKIT BARU

Terima kasih anda telah berkunjung di forum " Desa Tangkit Baru " silahkan melakukan registrasi atau masuk menggunakan akun facebook.

Keuntungan registrasi :
~ Anda bisa berkomentar.
~ Membuat topik dan membalas topik.
~ Melihat video dan gambar.
~ Dan tanya jawab

Salam fada idi`
Cucu Fetta Fuang
DESA TANGKIT BARU

AMAN KOMPAK TERTIP INDAH PRODUKTIF

Photobucket Photobucket Photobucket

google+

TAITA WETTUWE

TANGGLA’ IYEWE ULENGNGE

Powered by Forum TangkitBaru

    5. PEMBUATAN DASAR JALAN RAYA DIDESA TANGKIT BARU

    Share

    Cucu Fetta Fuang
    Admin

    Jumlah posting : 234
    Bergabung : 24.06.12
    Umur : 31
    Lokasi : Tangkit baru, jambi, indonesia

    5. PEMBUATAN DASAR JALAN RAYA DIDESA TANGKIT BARU

    Post  Cucu Fetta Fuang on 17/02/14, 06:00 pm

    PEMBUATAN JALAN RAYA

        setelah berjalan salama 1 tahun Puang Petta haji dunni "penulis" tinggal di parit no 2 dimana saat itu telah masuk bulan puasa. Shekh Muhammad Said "Pimpinan" setelah selesai shalat berjamaah isya' dengan mengingat jauhnya masjid tempat mereka sholat jum'at Shekh Muhammad Said berkata dan memberi pertimbangan kepada rombongan penulis dengan ucapan " kalau kita memperhatikan tentang jauhnya masjid tempat kita sholat jum'at dimana kita harus menempuh jalan belukar sejauh kurang lebih 6km, bagaimana kalau dibulan puasa ini kita manfaatkan untuk bergotong royong dengan arti kata tidak memaksakan tenaga agar kita bisa berjalan  dengan aman, tidak terganggu dan tidak terhambat oleh belukar, kita bersihkan agar kaki tidak terkena kayu dan jika perlu diusahakan sampai dapat dilewati dengan sepeda" Anjuran beliau mendapat kesekapatan bersama, Meskipun dekat rumah kepala Desa Tangkit "Pak GIMIN" pada waktu itu masih merupakan kebun para (kebun karet) belum ada jalan yang bisa di lewati terpaksa dahulu meminta bantuan kepada Kepala Desa Tangkit "Pak GIMIN" agar dapat mengijinkan mereka dengan membuat jalan dengan memulai dari simpang Tangkit sekarang ini.Dengan adanya izin pak gimin penulis bersama rombongan, dibuatlah dasar jalan tersebut sepanjang kurang lebih 6km, sampai diparit no 2 tempat bendeng penampungan rombongan penulis. (pembuatan jalan ini tidak ada orang lain ataupun rombongan lain yang turut membantu selain rombongan penulis).
        Alat yang digunakan bergotong royong di antara lain: Parang Panjang, kapak,cangkul,linggis,gergaji pasangan(gergaji pemotong kayu yang dilakukan 2 orang secara manual untuk memotong kayu-kayu besar). dikarenakan pada waktu itu kayu-kayu besarnya mulai dari sebesar derum dipotong-potong kemudian digelendeng/digulingkan bersama2 kepinggir jalan, sedangkan yang besarnya melebihi derum, hanya dibersihkan dahan sebagian. Shekh Muhammad Said pimpinan rombongan tidak pernah tidak hadir/alfa dalam proses kegiatan gotong royong ini dan malah beliau selalu mendahului para rombongan penulis. segala sesuatu permasalahan tidak pernah bertindak sendiri, melainkan meminta pendapat kepada semua anggota yang dipimpinnya.
         Setelah gotong royong ini berjalan lancar pada bulan puasa diatur secara bertahap dimulai dari simpang tangkit sekarang ini hingga sampai disurau, disinilah pada saat sampai surau mulailah rombongan Shekh Muhammad Said terbentur dengan batang-batang kayu yang begitu besar yang dipotong kurang lebih dari satu meter dan hanya digelendeng/diguling-gulingkan karena sungguh begitu besar dan sangat berat, dimana pada saat itu terik matahari yang sangat panas dan rombongan Shekh Muhammad Said sedang melaksanakan ibadah puasa, terpaksa semua rombongan pada saat itu langsung beristirahat, ada yang duduk di sekitar kayu-kayu bekas penebangan dan ada pula yang sedang duduk-duduk di atas batang kayu yang begitu besar, pada waktu peristirahatan tersebut ada seorang yang usianya sudah cukup tua yang leawt didepan para rombongan, orang tua tersebut tinggal diparit 1, diluar para rombongan dengan tidak segan-segannya berkata " Adakah kantor Gubernur didalam hutan sana sehingga kamu-kamu sedemikian rupa untuk membuat jalan " Dengan ucapan itu satu diantara rombongan penulis yang emosinya segera meluap dengan mengatakan "Apakah orang tua itu menghina kami?" dengan segera Shekh Muhammad Said menjawab "Apa yang sudah aku katakan apapun yang terjadi baik pada rombongan kita maupun atas pribadi kita, kita harus bersabar karena itu adalah semua cobaan yang seandainya kita tidak bisa bertahan maka jelas pembangunan kita ini tidak akan tercapai, yang penting kita bekerja karena Allah membangun demi kepentingan Ummat bukan semata-mata untuk kepentingan diri-sendiri, lagi pula dibulan puasa ini adalah bulan dimana tentunya hanya kita berusaha beramal dan membersihkan jiwa kita dari segala kotoran bathin" beliau menambahkan pula kata-kata " Yang penting bagi kita sekarang ini hutan belantara itu dengan tekat bulat menjadikan sebuah desa yang tentunya kita mengharapkan orang lain melainkan kita sendiri dan kalau perlu kita buat pernyataan bersama dan diketahui kepala desa. bahwa kami tidak akan mundur tanpa adanya realisasi dalam dalam pembangunan ini, sebab jika di analisa kata kata orang tua tersebut memang adalah benar sebab bagaima pemikiran seseorang yang akan membuat jalan raya sepanjang itu, sedangkan jumlah anggota rombongan hanya 18 orang saja" demikianlah tutur belia dalam memadamkan emosi tersebut.Oleh karena itu Alhamdulillah, berkat nasehat,petunjuk dan pengarahan beliu, gotong royong berjalan lancar dan anggota masih tetap dalam keadaan sehat saja.
        setelah gotong royong membuat jalan dari simpang tangkit keparit nomer 2 berlangsung selama 2 bulan, maka para rombongan berhasil meneruskan pembangunan jalan tepat ditempat penampungan mereka, dengan demikian hubungan kedesa Tangkit dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah cukup lancar dengan berjalan kaki. Akan tetapi masih ditemukan kesulitan dalam memenuhi keperluan bila hal tersebut harus setiap hari berjalan kaki ke desa tangkit yang jauhnya kurang lebih 6km dan memikul barang-barang yang sudah di beli itu. Mempehatikan hal ini maka penulis bersama rombongan berusaha membeli sepeda bekas dengan cara membuat arisan, setelah uang terkumpul di undi siapa yang duluan mendapat arisan tersebut supaya mereka harus membeli sepeda dari hasil arisan, maka anggota-angota dari rombongan sudah ada beberapa orang mempunyai sepeda selama arisan berjalan.
        Dengan adanya sepeda, maka hubungan tersebut semakin lancar, bukan hanya ketangkit namun juga kepasar jambi (kota), dengan adanya sepeda produksi ubi sudah dapat terjual kepasar dengan membonceng sendiri, tindakan ini juga dilakukan oleh penulis pada waktu itu mengangkut dan sebagainya dalam 1 priode. setelah itu penanaman ubi pada priode berikutnya sudah diselang-selingngi dengan tanaman nanas.
         Pada tahun 1972 pembangunan dasar jalan dekerahkan kembali oleh pimpinan Syehk Muhammad Said menyambung jalan dari parit no 2 keparit 10 "Mengarah keDesa Sungai Terap" cara pembuatan jalan keparit no 10 ini terlebih dahulu diadakan penebangan kayu-kayu pada sisi kanan dan kiri rintisan yang telah dibuat sebelumnya. Adapun jalan dasar yang dibuat pada dasar pertama hanya 3 meter, pada pembuatan pertama memang sangat sulit karena Air(rawa-rawa) yang begitu luas dan ketinggian air rata-rata 20-40cm baik di belukar maupun dihutan.
        Mengingat pembuatan jalan cukup digenangi air, maka Pimpinan menganjurkan agar kayu-kayu yang lurus yang besarnya seperti batang kelapa agar di atur serapi mungkin deletakkan pada sisi kanan dan sisi kiri dari luas/lebarnya jalan, setelah itu di beri patok agar tidak bergerak pada tempatnya dan pembuatan jalan ini terlihat lurus.
    ditengah jalan ini antara kedua batang tersebut hanya dimasukkan dedauanan "daun", ranting-ranting kayu dan sisi-sisa bekas penebangan kemudian diisi ditengah kedua batang tersebut, setelah permukaan jalan sudah sama tinggi/sejajar dengan batang yang telah diletakan tadi lalu kemudian dihamburi dengan lumpur yang di ambil dalam air. dengan hamburan lumpur sudah merata sehingga sudah menyerupa jalan, dan lumpur yang dibuat sebagai alat dasar jalan ini tidak boleh dipijak selama belum kering sama sekali, disamping itu hal menarik adalah pembuatan jalan raya ini banyaknya ikan disamping/dipinggir jalan ini sehingga pada waktu itu para rombongan tidak perlu membeli ikan lagi. cukup memasang pancingan ikan pada sisi jalan itu.
        Setelah kurang lebih dari 3 bulan gotong royong berlangsung pembuatan jalan raya ini telah sampailah ke parit no.10 (ujung Desa Tangki Baru)rintisan yang pertama. Dalam melancarkan pembangunan Desa Tangkit Baru tanpa adanya istirahat maka sarana lalu lintas dari Simpang Tangkit sampai diparit no 10 sudah dapat lancar khusus berjalan kaki, dalam pembangunan ini sekalipun tidak pernah mendapat bantuan dari pihak lain berupa apapun. Namun ada beberapa orang diluar sama yang mensinyali dan berduga bahwa pembangunan Desa ini pasti akan menjadi sia-sia.
        Mengingat penderitaan tersebut yang telah betul-betul dapat berhasil melahirkan suatu eksistensi nyata, merombak hutan menjadi sebuag Desa. ditengan padang yang penug dengan air dan berlumpur, dapat tercipta menjadi saluran lalu lintas baik sepeda, motor bahkan mobil sesekalipun sudah berlalu lalang. Oleh karena itu secara terburu-buru penulis (Puang Petta Haji Dunni) untuk membuat suatu sejarah sebagai kenangan masa lampau yang pas mengenai penulis bersama rombongannya dibawah pimpinan dan asuhan Syekh Muhammad Said bin Muhammad Yunus.
        Pada tahun 1973 setelah pembangunan berjalan selama 5 tahun bapak gubernur kepala daerah tingkat 1 jambi mengadakan Hari Kerida Tani yang pertempat pasar los tangkit sekaligus mengadakan perlombaan Tani se propinsi jambi. Ternyata pada perlombaan tersebut dinilai sebagai juara 3 dan mendapatkan sebuah Radio yang mana saat itu betul-betul sangat dibutuhkan dan diinginkan sebab pada waktu itu keinginan mempuanyai namanya radio hanya impian belaka saja. Sambutan pada waktu itu diminta agar pimpinan dari rombongan penulis menerima hadiah tersebut namun pada saat itu beliau "Shekh Muhammad Said" menunjuk saudara Acok sebagai perantara mewakili beliau, dalam kesempatan itu Bapak Gubernur memberi nama kelompok pada rombongan penulis dengan nama "Transmigrasi Spontan" yang pimpinannya ditunjuk pula sebagai Pimpinan Sesepuh Transmigrasi Spontan.
        Selanjutnya pada tahun 1979, dapat lagi merebut juara 1 (Pertama) dalam perlombaan Desa Tingkat Kabupaten. Dengan No : 19. tanggal 14 juli 1979. Dengan demikian Desa Tangkit Baru semakin dekenal.

      Waktu sekarang 11/12/16, 03:22 am