DESA TANGKIT BARU

Terima kasih anda telah berkunjung di forum " Desa Tangkit Baru " silahkan melakukan registrasi atau masuk menggunakan akun facebook.

Keuntungan registrasi :
~ Anda bisa berkomentar.
~ Membuat topik dan membalas topik.
~ Melihat video dan gambar.
~ Dan tanya jawab

Salam fada idi`
Cucu Fetta Fuang
DESA TANGKIT BARU

AMAN KOMPAK TERTIP INDAH PRODUKTIF

Photobucket Photobucket Photobucket

google+

TAITA WETTUWE

TANGGLA’ IYEWE ULENGNGE

Powered by Forum TangkitBaru

    MENGENANG ALMARHUM AGUS SALAM KASYA

    Share

    Cucu Fetta Fuang
    Admin

    Jumlah posting : 234
    Bergabung : 24.06.12
    Umur : 31
    Lokasi : Tangkit baru, jambi, indonesia

    MENGENANG ALMARHUM AGUS SALAM KASYA

    Post  Cucu Fetta Fuang on 28/08/12, 01:26 pm



    [You must be registered and logged in to see this image.]


    Agus Salam Kasya, adalah nama saya. Lahir di Sukabumi 38 Tahun yang lalu. Tepatnya tanggal 17 Agustus 1970, pas pada saat Bangsa Indonesia merayakan hari Kemerdekaan yang ke-25. Saat usia kemerdekaan Bangsa kami baru dua puluh lima tahun, bayi yang penuh fitrah (bersih-tanpa dosa; red.:saya) menambah catatan jumlah penduduk dan warga Republik Indonesia.

    Sebuah fakta cerita keluarga menjadi saksi dan mengantarkan lahirnya bayi mungil yang sempurna tanpa cacat secara fisik. Pada saat itu Bapak saya, Almarhun Muhammad Onih Syahroni (semoga Allah SWT merahmatinya) yang seorang pedagang sedang berada dalam perjalanan berlayar di perairan selatan jawa barat bersama teman-teman se-profesinya. Mereka dalam satu perahu mesin tempel yang sederhana, dalam perjalanan pulang dihadang ombak dan badai. Perahu sederhana berikut isinya nyaris tenggelam ditelan ombak lautan. Namun, Allah Tuhan Yang Maha Kuasa punya kehendak lain, mereka semua terhindar dari bencana maut sehingga mereka bisa tiba ke rumah masing-masing dengan selamat. Al-marhum Muhammad Onih Syahroni (semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan menerima segala amal shalehnya) , Ayahanda Tercinta gembira dan senang tak terhingga (Kebahagian beliau terlihat dari pancaran wajahnya ketika menceritakan kejadian ini pada saat saya sudah remaja). Bahagia dan senang bukan hanya karena bisa kembali ke rumah dengan selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga, namun teriakan bayi menyambutnya ketika kaki beliau melangkah masuk ke halaman rumah. “Alhamdulillah…., anakku sudah lahir dan sekarang menyambutku dengan gembira “, gumamnya sambil menengadahkan muka dan tangan ke atas pertanda syukur yang dalam kepada Allah Yang Maha Bijaksana. Suasana suka cita terbayang pada saat itu bersama seluruh anggota keluarga dan tetangga. Oleh-oleh (buah tangan) yang sudah menjadi tradisi orang dulu yang bepergian jauh (red. : nyaba :sunda) dibagikan ke semua tetangga terdekat. Kebahagiaanpun meluas menjadi milik orang se-kampung. Kabarpun sampai kepada teman-teman beliau ayahanda yang pergi sama-sama satu perahu untuk berdagang yang nyaris tenggelam itu. Akhirnya mereka saling membuat kesepakatan secepatnnya akan datang dan kumpul di rumah kami, dengan satu kesepakatan bahwa bayi yang baru lahir jangan dulu diberi nama sampai menunggu mereka kumpul.

    Beberapa hari kemudian Kelurga kami didatangi semua teman-teman satu perahu itu. Suasana menjadi ramai diselangi canda dan tawa serta mimik cerita serius ketika menceritakan saat mereka diterpa badai dan ombak di tengah lautan. Satu satu persatu mereka memangku dan menciumi bayi kecil yang belum diberi nama. Muncul satu persatu pendapat dan komentar tentang bayi kecil yang terlelap tidur dan sesekali tersenyum merekahkan bibirnya seperti orang dewasa mengigau. “Bayi ini membawa keberkahan kepada kita semua”, celoteh pertama teman-teman Bapak saya. ” Ya..!! tapi bukan hanya keberkahan saja, tapi berkah keselamatan bagi kita semua bahkan kepada Bangsa dan Negara ini karena lahir pada saat detik-detik kemerdekaan”, Kata Mang Eni sahabat Bapak saya yang paling tua yang orang Cianjur (red.: tetangga kabupaten Sukabumi sekarang). Memang saat itu pada saat orang-orang upacara dan pawai (saat itu selalu ada pawai kemerdekaan di kampung saya), saya lahir. ” Jadi begini “, kata Mang Eni seperti meminpin rapat. ” Karena lahirnya pada saat hari bersejarah dan untuk mengingatkan kita hari lahirnya, saya usul kita beri nama depan si AGUS”. semua yang hadir mengangguk pertanda setuju. (pada saat itu belum banyak nama agus tidak seperti sekarang seperti pasaran nama itu) “ Ada pendapat lain ?”, Mang Eni bertanya kepada yang hadir. ” Saya setuju, dan karena bayi ini lahir pada saat kita semua terhindar dari marabahaya dan bencana saat perjalanan di laut kemarin namun kita semua selamat, maka nama bayi ini juga kita beri tambahan SALAM, dengan harapan juga bisa membawa sikap dan sifat menyelamatkan, bukan SALIM karena maknanya beda “, sahut Bapak saya dengan penuh harap. “Ada yang kurang Kang “, seorang yang hadir menyela (saya lupa nama orang tua itu), karena anak ini sudah membawa berkah bukan kepada keluarganya saja tapi juga kepada kita semua, maka saya usul ditambah satu kata lagi yaitu KASYA, maksudnya KASADAYANA (kesemuanya;Red,:sunda)….” Jadi kalau digabung menjadi AGUS SALAM KASYA, bermakna : Si Agus yang lahir pada Bulan Agustus membawa berkah Keselamatan dan diharapkan bisa mampu bersikap Menyelamatkan kepada semuanya, semua ummat manusia.” Kata Mang Eni seperti menyimpulkan. Semua yang hadir mengamini pertanda setuju, dan obrolan ditutup dengan baca surat Al-Fatihah….Saya membayangkan semua keluarga terutama Ummi, almarhumah ibu saya Siti Didoh (semoga Allah SWT mencurahkan rahmat dan Ampunannya kepada beliau) sangat berbahagia.

    Sekelumit cerita yang terekam oleh saya setelah dewasa hingga kini saya bukan hanya masih ingat, tapi menjadi amanah dan prinsip dalam hidup yang secara jujur menjadi beban. Mungkin sampai detik ini saya belum mampu menjadi harapan kedua orang tua saya tercinta yang sudah di alam baqa. Semoga kedua orang tua saya tecinta mendapatkan curahan rahmat dan ampunan di dalam kuburnya. Allahummaghfirlahum warhamhum wa ‘aafihii wa’fu ‘anhum. dan semoga mereka memaafkan saya yang belum bisa berbakti kepada orang tua..Aamiin

    Saya kini sudah tak berayah dan tak beribu, dalam kedewasaan ini saya dan keluarga (Anak dan Isteri : tentang identas lengkap bisa dilihat di Kolom Keluarga) berusaha akan mencurahkan tenaga, pikiran, waktu bahkan jiwa untuk kemashlahatan ummat. Sejak remaja saya mengabdikan diri dalam kegiatan ke-Remaja masjidan dan Karang Taruna di Kampung. Sudah delapan tahun lebihpun sampai saat sekarang di BATAM (tanah rantauy) kami berkifrah di Organisasi Sosial Kemasyarakatan, dengan tujuan sebagai ibadah, ingin memberi manfaat kepada orang banyak demi kemashlahatan Ummat dengan tujuan akhir mencari ridho Allah SWT (mardhatillah)..

    Melalui Blog sederhana ini, secara perlahan-lahan (krn sekarang belum lengkap) saya bermaksud menyampaikan Informasi, Pemikiran, Pengalaman (perasaan) dan bahkan kerja sama kepada siapa saja yang memerlukannya. Mudah-mudahan akan membawa manfaat bagi semua. Aamiin

    Semoga Allah meridhainya dan semoga Bangsa dan alam semesta ini terhindar dari bencana..

    Billahi fii sabiilil haq

    SALAM

    AGUS SALAM KASYA


    =======================================================


    BATAM - Keluarga besar Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kepulauan Riau berduka cita. Sosok ketua umum yang masih aktif, Agus Salam Kasya meninggal dunia Rabu (22/8/2012).

    Pada masa kepemimpinan aktif Agus, beberapa prestasi santriwan santriwati tingkat SD meraih prestasi yang sangat gemilang. Khususnya pada even nasional, yakni Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) VII di Jakarta pada bulan Oktober 2011 kemarin. Bahkan prestasi lomba-lomba yang pernah diadakan di tingkat kota atau kabupaten dan provinsi Kepri sendiri, kafilah didikannya selalu meraih juara.

    Berkat gemblengan dan motivasi Agus, salah seorang santriwannya bernama Muhammad Farist, kala FASI VII, Farist berhasil meraih juara ketiga nasional kategori lomba cerita Islami tingkat pelajar SLTP. Ini disusul oleh prestasi Amirul Ikhlas yang meraih juara harapan II nasional lomba bacaan (tartil) TKA putra. Sedangkan juara harapan II nasional TKA putri diraih Syamimi Asshira.

    Bukan hanya itu, kafilah Kepri cukup harum namanya atas kemenangan Maleni Zulaeha pada juara II harapan nasional tartil TKA putri dan Zain Azis Nuh sebagai juara terbaik III nasional pada lomba hafalan Alquran.

    Selama masa organisasi dipimpin Agus, nama Kepri cukup disegani. Dalam artian, pada setiap even FASI yang digelar di kota-kota di Indonesia, kafilah yang direkomendasikan Agus selalu menyabet juara. Namun demikian, sosok Agus yang sudah mengabdi untuk organisasi nirlaba ini belum bisa menyelesaikan tugasnya sampai 5 tahun ke depan.

    Selama kepemimpinan Agus, prestasi Kepri pada lomba tingkat nasional cukup diperhitungkan dan menjadi 'ancaman' bagi kafilah dari provinsi-provinsi lain. Sebab, jika dibandingkan dan mengukur diri, kafilah Kepri sebenarnya masih jauh tertinggal. Namun, kenyataannya, Agus mampu membuktikan bahwa anak-anak pulau tidak kalah dengan mereka yang di kota besar.

    "Ketua kami, Agus Salam Kasya sudah meninggal dunia tadi sore sekitar pukul 18.00 WIB di Jambi. Beliau sakit komplikasi," ujar Sekretaris Umum BKPRMI Kepri, Abdul Basir Amin Kepada Tribun Batam, dalam perjalanannya melayat ke rumah duka, Rabu (22/8/2012) malam.

    Sebelum meninggal, kata Basir, almarhum pernah dirawat ke sebuah rumah sakit di Malaka Malaysia. Semua jenis perobatan sudah dilakukan tanpa terkecuali. Tidak hanya dirawat di Malaka, di rumah sakit Batam, Jambi, dan Jakarta sekalipun sudah dilakukannya. Oleh karena sakitnya tidak kunjung sembuh, almarhum dibawa ke daerah aslinya di Kota Jambi untuk proses penyembuhan. Namun demikian, sebelum meninggal dunia, almarhum sempat berpesan agar pada FASI VIII mendatang, kafilah Kepri harus bisa juara umum.

    "Selama masa sakit, beliau masih kirim pesan dan telefon dengan saya. Almarhum selalu memberikan motivasi kepada kawan-kawan di organisasi, khususnya anak-anak didiknya agar terus berlatih. Harapannya pada FASI mendatang, kafilah Kepri bisa meraih juara umum," ujar Basir menirukan pesan almarhum. TRIBUNNEWS.COM,

    catatan admin: Ralat beliu kejambi tinggal bersama mertuanya,

      Waktu sekarang 05/12/16, 07:28 pm